Pengertian Speaker, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Speaker – Salah satu perangkat audio yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah speaker. Perangkat yang sudah sangat familiar ini banyak ditemui pada perangkat komputer, radio, hingga sound system. Berikut adalah informasi mengenai pengertian speaker, fungsi, dan juga jenis-jenisnya.

Pengertian Speaker

Apa itu Speaker? Speaker adalah perangkat keras output yang mengeluarkan hasil dari proses audio menjadi output suara.

Cara kerjanya adalah dengan mengubah sinyal elektrik menjadi frekuensi audio dengan membran atau penggetar. Speaker memiliki peranan penting untuk menghasilkan output dari proses audio.

Speaker juga bisa disebut sebagai alat bantu pada perangkat musik atau lainnya untuk mengeluarkan suara yang lebih maksimal.

Proses audio yang berupa gelombang listrik akan menggetarkan udara pada membran speaker sehingga menghasilkan suara yang dapat didengar telinga manusia.

Fungsi Speaker

Manfaat dan Fungsi Speaker
youtube.com

Fungsi dari perangkat speaker adalah mengubah gelombang listrik menjadi gelombang bunyi dari sebuah perangkat suara.

Gelombang listrik atau elektromagnet akan diubah menjadi gelombang bunyi atau getaran yang menghasilkan suara yang dapat didengar telinga.

Selain mengubah gelombang listrik menjadi bunyi, speaker juga berfungsi sebagai alat bantu untuk memperkuat gelombang bunyi.

Perangkat ini memiliki fungsi untuk memperbesar gelombang bunyi sehingga output suara dapat lebih besar atau maksimal.

Baca juga: Pengertian dan Sejarah Radio

Sejarah dan Penemu Speaker

penemu dan sejarah speaker
felaudio.com

Pada tahun 1898, Horace Short mempublikasikan speaker untuk pertama kalinya. Perangkat ini memiliki desain yang sangat sederhana yang berbeda dengan speaker yang ada di pasaran saat ini.

Pada awalnya desain speaker masih menggunakan kompresor udara sebagai komponen utamanya.

Penemuan Horace Short ini kemudian dijual kepada Charles Parson. Hak kepemilikannya dipatenkan pada tahun 1910. Speaker yang masih sangat sederhana ini terus dikembangkan hingga pada tahun 1924 speaker muncul dengan loudspeaker elektromagnetik.

Walter H Schottky merupakan seorang doktor yang berhasil menambahkan prototipe sederhana dengan speaker elektromagnetik.

Desain dari speaker ini menggunakan energize driver dan bidang lilitan yang berfungsi untuk menghasilkan arus listrik utama.

Perkembangan speaker terus dilakukan dengan komponen yang lebih kompleks. Speaker sudah mulai didesain dengan komponen penghasil arus AC, amplifier, dan lain sebagainya.

Model speaker ini lebih kompleks dan lebih canggih dari desain speaker saat pertama kali ditemukan.

Speaker terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. Sekarang ini speaker tidak lagi menggunakan komponen listrik konvensional.

Speaker modern sudah dilengkapi dengan teknologi wireless yang semakin canggih.

Cara Kerja dan Komponen Speaker

jenis komponen speaker
volumio.org

Cara kerja dari speaker adalah mengubah gelombang listrik atau elektromagnetik menjadi gelombang bunyi atau suara menggunakan transduser.

Komponen-komponen yang ada di dalamnya saling berkaitan untuk menghasilkan suara. Apabila salah satu bagian atau komponen dalam speaker bermasalah, maka fungsi speaker tidak bisa berjalan.

Sinyal dari gelombang listrik yang masuk ke speaker akan dikuatkan oleh transduser. Gelombang listrik yang sudah dikuatkan tersebut ditangkap membran speaker dan mengubahnya menjadi getaran.

Getaran pada membran speaker merupakan gelombang suara atau bunyi yang dapat didengar manusia.

Speaker biasa maupun speaker pada perangkat komputer memiliki komponen yang hampir sama. Komponen-komponen utama pada sebuah speaker antara lain adalah sebagai berikut.

1. Magnet

Magnet pada speaker bekerja untuk menghasilkan induksi sehingga tercipta medan magnet di dalam speaker.

Induksi pada magnet merupakan gesekan yang akan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik inilah yang menjadi bagian awal pada proses audio speaker.

2. Kumparan

Kumparan dan magnet merupakan komponen speaker yang akan saling terkait. Komponen-komponen ini memiliki fungsi utamanya yaitu untuk mengalirkan arus listrik.

Kumparan dapat dikatakan sebagai magnet yang menghasilkan arus setelah proses induksi.

3. Membran

Komponen ini berfungsi untuk menerima arus atau gaya induksi dari magnet. Gaya induksi dari magnet dan kumparan akan diterima oleh membran.

Kemudian gaya tersebut diubah menjadi gelombang getaran yang menghasilkan bunyi atau suara.

4. Conus

Fungsi dari komponen ini adalah menangkap arus induksi dari kumparan dan mengubahnya menjadi gelombang yang dikenal sebagai bunyi.

Selain itu, komponen ini juga akan menghasilkan gelombang yang didapat dari gerakan udara yang ada pada komponen lain dalam speaker.

Bagian penting lainnya dari speaker adalah casing speaker. Casing dapat dibuat dari bahan plastik, composite, maupun logam.

Casing inilah yang menjadi pelindung utama untuk magnet, conus, membran, kumparan, dan komponen-komponen lain yang ada di dalam speaker.

Jenis-jenis Speaker

Jenis-jenis Speaker
pinterest.com

Berdasarkan frekuensi suara yang dihasilkan, terdapat beberapa jenis speaker seperti Woofer, subwoofer, mid range, full range, dan tweeter. Masing-masing speaker tersebut menghasilkan kualitas suara yang berbeda-beda.

1. Speaker woofer

Jenis speaker woofer yang dibutuhkan untuk mendapatkan suara bass. Speaker woofer mampu menghantarkan suara rendah dengan rentang frekuensi 40 Hz – 100Hz. Kemampuannya adalah menghasilkan suara yang lebih bersih dan bulat.

Speaker woofer umumnya memiliki diameter antar 4 hingga 12 inchi. Speaker ini dapat menghasilkan output suara dengan jangkauan range lebih luas, apabila digabung speaker tipe lain seperti mid range atau tweeter.

2. Speaker subwoofer

Subwoofer merupakan jenis speaker yang dapat bekerja pada frekuensi antara 20 Hz hingga 200 Hz. Output suara yang dihasilkan speaker ini umumnya adalah bass dengan diameter 12 hingga 21 inch.

Sekarang ini sudah banyak speaker yang memiliki subwoofer. Tentunya suara yang dihasilkan dari speaker tersebut lebih mantap. Semakin besar ukuran speaker akan semakin kuat suara bass yang dihasilkannya.

3. Speaker mid range

Jenis speaker ini dapat menjangkau frekuensi suara antara 500 Hz hingga 5.000 Hz. Mid range merupakan speaker kecil dengan ukuran sekitar 4 hingga 6 inch. Walaupun mungil, speaker mid range dapat menjangkau nada tinggi dengan baik.

4. Speaker full range

Jenis speaker full range ini sering dijumpai pada arena konser atau studio. Kemampuan speaker tersebut dapat menghasilkan output suara dari nada rendah hingga tinggi sekaligus. Frekuensi suaranya antara 40 Hz hingga 2 kHz.

5. Speaker tweeter

Ada juga speaker tweeter yang bekerja pada frekuensi sekitar 3.500 Hz hingga 20 kHz.

Suara yang dihasilkan cukup baik walaupun untuk nada rendah atau bass tidak semantap woofer. Ukuran speaker ini juga kecil hanya 0,5 inch hingga 4 inch saja.

Perbedaan Speaker Aktif dan Pasif

perbedaan speaker aktif dan pasif
allfortheboys.com

Speaker yang digunakan pada sound system umumnya terbagi menjadi dua jenis yakni speaker aktif dan speaker pasif. Perbedaan antara speaker aktif dan pasif paling utama adalah penggunaan amplifier.

Pada speaker aktif terdapat komponen amplifier atau penguat suara. Amplifier dapat dihidupkan dengan daya listrik.

Oleh sebab itu, speaker aktif membutuhkan kabel listrik tambahan. Speaker aktif memiliki komponen yang lengkap sehingga dapat bekerja secara mandiri.

Sedangkan untuk speaker pasif tidak memiliki amplifier di dalamnya. Untuk bisa bekerja, speaker ini membutuhkan amplifier eksternal agar dapat menghasilkan suara.

Speaker pasif bekerja dengan daya dari listrik eksternal yang harus slelau disambungkan.

Itulah beberapa informasi menarik tentang pengertian speaker atau yang biasa dikenal sebagai perangkat audio. Perangkat ini menjadi salah satu yang sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1 thought on “Pengertian Speaker, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya”

Leave a Comment