Adaptor: Pengertian, Fungsi, Komponen, Cara Kerja, dan Bedanya dengan Charger

Tisucoding.com – Adaptor adalah salah satu alat listrik yang familiar di telinga maupun di mata banyak orang. Namun, tidak semua orang mengetahui apa pengertian, fungsi, komponen, jenis, dan cara kerja alat tersebut. Adaptor listrik mudah ditemukan di TV, PC, laptop, konsol video game, dan alat elektronik rumahan lainnya.

Ketika kamu menemukannya, kamu mungkin penasaran apa fungsi dan peran adaptor dalam sebuah perangkat elektronik. Umumnya, adaptor digunakan sebagai alat catu daya.

Karena fungsinya tersebut, adaptor sering dianggap sama dengan charger. Padahal keduanya merupakan alat listrik yang berbeda.

Adaptor jenis apapun bisa didapatkan dengan mudah di toko listrik. Selain bisa dibeli di berbagai toko listrik dan elektronik baik online maupun offline, kamu ternyata bisa membuat adaptor sendiri.

Cara membuatnya tidak begitu sulit dan bisa dipraktikkan oleh orang yang tidak berkecimpung di dunia kelistrikan sama sekali.

Apa itu Adaptor?

apa itu adaptor

Adaptor adalah alat listrik dengan bentuk khas yang sering ditemukan di rumah. Kamu mungkin termasuk penasaran dengan apa fungsi dan kegunaan dari alat tersebut.

Contohnya, pada laptop dimana alat tersebut digunakan sebagai media atau perangkat untuk melakukan pengisian daya baterai laptop.

Adaptor dapat diartikan sebagai alat yang memiliki fungsi mengubah tegangan AC (bolak balik) menjadi tegangan DC (searah). Adaptor tersebut memiliki prinsip kerja yang bisa dikatakan berfungsi sebagai perangkat catu daya. Adaptor umum disebut sebagai perangkat yang mengganti peran aki atau baterai.

Hadirnya adaptor pada sebuah alat elektronik membuat alat tersebut bisa memanfaatkan adaptor sebagai alat catu daya. Adaptor termasuk alat elektronik yang sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat elektronik yang menggunakan adaptor sangat beragam, dari televisi sampai komputer.

Adaptor juga termasuk alat listrik yang dijual bebas di berbagai toko listrik. Tidak sulit menemukan berbagai jenis adaptor dari berbagai model dan merek.

Harga adaptor umumnya tidak mahal. Di bawah Rp 50 ribu saja, kamu sudah bisa menemukan adaptor untuk penyuplai daya yang berkualitas dan tahan lama.

Fungsi dan Kegunaan Adaptor

Fungsi dan Kegunaan Adaptor

Fungsi utama adaptor adalah untuk mengubah tegangan arus listrik yang tinggi menjadi lebih rendah. Adaptor adalah alat yang bertanggung jawab membuat arus tegangan listrik mengalir sesuai dengan kebutuhan alat elektronik yang dipakai. Untuk memahaminya lebih jauh, perhatikan adaptor di rumah.

Arus listrik yang dialirkan PLN menggunakan sistem bolak balik (AC). Tentu, adanya aliran AC tersebut tidak bisa dimanfaatkan oleh perangkat elektronik yang ada di rumah.

Agar bisa dimanfaatkan, maka aliran harus diubah terlebih dahulu jadi DC. Alat yang digunakan untuk mengubah hal tersebut adalah adaptor.

Tanpa adanya adaptor, maka otomatis perangkat elektronik yang ada di rumah tidak akan berfungsi semestinya. Dari penjelasan tersebut, kita bisa menyimpulkan adaptor adalah alat listrik yang perannya penting. Kendati terlihat biasa saja dan mungkin mencolok karena bentuknya, fungsi adaptor cukup besar.

BACA JUGA  MCCB: Pengertian, Komponen, Cara Kerja, dan Bedanya dengan MCB

Komponen Adaptor

Komponen Adaptor

Adaptor memiliki berbagai komponen yang tersusun rapi dan membuat alat listrik tersebut bisa disebut adaptor. Komponen-komponen tersebut adalah transformator, rectifier, filter, dan voltage regulator. Setiap komponen memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Komponen di sana tidak bisa dipisahkan.

Berikut adalah penjelasan dari ke-4 komponen yang ada di sebuah adaptor.

1. Transformator

Transformator atau dikenal juga dengan sebutan trafo adalah komponen dalam adaptor yang memiliki fungsi menurunkan atau menaikkan tegangan arus daya.

Naik dan turunya arus daya tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Trafo merupakan komponen yang cukup penting dalam adaptor.

Trafo yang umumnya digunakan pada adaptor adalah transformator step down (penurun tegangan). Trafo tersebut tersusun dari 2 bagian, pertama bagian primer dan kedua adalah sekunder.

Lilitan sekunder pada transformator penurun tegangan jumlahnya lebih dibandingkan dengan lilitan pada transformator primer.

Bagian yang berfungsi sebagai input adalah lilitan primer, sementara output adalah lilitan sekunder. Kendati terdapat tegangan pada transformator yang diturunkan, output dari transformator berbentuk arus bolak balik. Arus AC bolak balik tersebut nantinya akan diproses kembali sesuai dengan kebutuhan pengguna.

2. Rectifier

Adaptor adalah alat listrik yang membuat arus AC menjadi DC atau searah. Komponen dalam adaptor yang bertanggung jawab membuat arus menjadi searah adalah rectifier.

Rectifier atau penyearah gelombang adalah komponen yang mampu melakukan perubahan arus bolak balik menjadi searah (DC).

Di sana, arus AC diolah untuk kemudian diubah menjadi DC. Tanpa adanya rectifier, maka perubahan arus tersebut tidak bisa dilakukan dan adaptor gagal menjalankan fungsinya.

Rectifier memiliki komponen dioda dan beberapa komponen penting lainnya. Penting mengetahui dua komponen penting yang ada di sana.

Di sana, terdapat komponen Half Wave Rectifier dan Full Wave Rectifier. Pada Half Wave Rectifier di dalamnya ada dioda satu yang memiliki kegunaan menyearahkan (penyearah).

Pada Full Wave Rectifier di dalamnya terdapat dua atau empat perangkat dioda yang fungsinya sama-sama sebagai penyearah.

3. Filter

Sesuai dengan namanya, komponen bernama filter ini memiliki kegunaan menyaring sinyal dari penyearah gelombang (rectifier).

Di dalam filter terdapat komponen kondensator dengan jenis Electrolytic Capacitor. Kendati tidak sebesar komponen lainnya, filter atau penyaring tetap memegang peran penting di sana.

4. Voltage Regulator

Voltage regulator atau alat pengatur tegangan memiliki kegunaan membuat stabil tegangan arus DC dan melakukan kontrol di tegangan keluaran (output).

Tujuan pengaturan tersebut adalah agar tegangan tidak mendapatkan pengaruh dari suhu, arus beba, atau tegangan input yang berasal dari output penyaring.

Terdapat beberapa komponen yang bisa kamu temukan di voltage regulator diantaranya IC regulator, dioda zener, dan transistor.

Komponen lain yang ada di sana adalah Short Circuit Protection (pelindung dari korslet), Over Voltage Protection (pelindung kelebihan tegangan), dan Current Limiting (pembatas arus).

Bagaimana Adaptor Bekerja?

Bagaimana Adaptor Bekerja

Tidak sulit untuk memahami bagaimana adaptor bekerja dan menjalankan fungsinya. Adaptor adalah alat listrik yang akan mendapatkan distribusi listrik dari PLN melalui sumber tegangan.

Kemudian, arus listrik tersebut akan masuk ke bagian transformator. Di sana, trafo menjalankan fungsi mengubah arus listrik.

Arus AC atau arus bolak balik akan diubah menjadi arus searah atau arus DC sehingga bisa masuk ke switching. Selanjutnya, tegangan arus listrik akan dialirkan ke dalam inverter block.

BACA JUGA  Surge Arrester: Pengertian, Kegunaan dan Prinsip Kerja

Di sana, tegangan DC akan kembali diubah menjadi tegangan AC. Tegangan bolak balik (AC) dimasukkan ke regulated block.

Dioda Half Wave akan memprosesnya dan mengubah kembali menjadi arus DC. Arus tersebut akan dialirkan ke IC dan sampai ke perangkat elektronik.

Dari sana, listrik sudah bisa digunakan dengan perangkat elektronik bisa bekerja semestinya. Daya akan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Jenis-Jenis Adaptor

Jenis-Jenis Adaptor

Sampai saat ini, terdapat 2 jenis adaptor yang bisa kamu ketahui. Keduanya adalah adaptor konvensional dan adaptor switching.

Masing-masing adaptor memiliki karakteristik yang khas. Adaptor konvensional merupakan jenis adaptor pendahulu. Adaptor switching merupakan adaptor yang menjadi penyempurna.

Baik adaptor konvensional maupun adaptor switching sama-sama mudah ditemukan di mana-mana. Agar lebih terang dan jelas, berikut adalah penjelasan adaptor konvensional dan adaptor switching.

1. Adaptor Konvensional

Adaptor konvensional merupakan jenis adaptor yang dikatakan klasik dan pendahulu. Adaptor tersebut memiliki prinsip kerja menurunkan tegangan bolak balik (AC) menjadi tegangan yang searah (DC) dengan memakai transformator step down. Alat tersebut memiliki fungsi dalam hal ini sebagai penurun tegangan.

Pada prosesnya, tegangan bolak balik akan terlebih dahulu diturunkan via transformator step down. Selanjutnya, akan disearahkan dengan rectifier (diode).

Proses terakhir akan diratakan dengan kapasitor elektrolit. Di sini, arus yang diproduksi besarnya bergantung pada tegangan yang diproduksi transformator.

Konvensional adaptor adalah jenis adaptor yang bisa ditemukan pada berbagai alat listrik, diantaranya radio tape, dan amplifier. Adaptor konvensional juga memiliki nama lain, yaitu adaptor trafo step down. Adaptor jenis termasuk yang mudah ditemukan dengan bentuk yang mungkin sangat familiar di mata kamu.

2. Adaptor Switching

Tidak ada yang sempurna termasuk adaptor konvensional. Adaptor tersebut masih memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan yang ada pada adaptor konvensional berusaha diperbaiki pada adaptor switching. Wajar jika adaptor ini dianggap sebagai adaptor yang menjadi penyempurna adaptor pendahulu.

Kamu tidak akan menemukan transformator step down (sang penurun tegangan) pada adaptor switching. Rangkaian pada adaptor switching berbeda dengan rangkaian yang ada pada adaptor konvensional. Sebelumnya, adaptor ini menggunakan trafo besi berukuran besar. Hal tersebut tidak ada lagi saat ini.

Adaptor switching kini menggunakan trafo berukuran kecil. Trafo tersebut lah yang disebut trafo switching. Trafo switching memiliki tegangan yang konsisten dan seri On dan Off.

Angka frekuensi switching umumnya ada di kisaran antara 20 kilo hertz. Ada hal lain yang juga sama kecilnya dengan ukuran trafo.

Hal kecil tersebut adalah efisiensi listrik dimana adaptor switching memiliki efisiensi listrik sampai 83%. Dengan spesifikasi, bentuk, dan kapabilitas yang lebih baik, wajar jika adaptor switching digunakan pada berbagai perangkat elektronik orang modern. Adaptor tersebut bisa kamu temukan di TV, laptop, dan PC.

Perbedaan Adaptor dan Charger

Perbedaan Adaptor dan Charger

Karena kesamaan dan kemiripan rupa dan fungsinya, adaptor dan charger kerap dianggap sebagai benda yang sama.

Keduanya ternyata berbeda dan menganggap keduanya sama adalah sebuah kekeliruan. Perbedaan keduanya bisa dilihat dari tegangan yang dihasilkan, frekuensi tegangan, dan fungsinya.

Agar tidak semakin penasaran, berikut adalah penjelasan dari perbedaan antara adaptor dengan charger.

  • Charger memiliki output arus tegangan yang ternyata lebih kecil dari yang ada di adaptor. Sebaliknya, adaptor yang merupakan alat catu daya mampu menghasilkan tegangan keluaran dengan intensitas yang besar, tepatnya sampai 12 volt, 9 volt, 3 volt, dan seterusnya.
  • Fungsi utama charger adalah menyuplai tegangan untuk satu jenis perangkat. Sementara fungsi utama adaptor adalah menyuplai tidak hanya satu, tetapi beberapa perangkat sekaligus. Hal tersebut membuat adaptor lebih kuat dalam hal penyuplaian tegangan.
  • Adaptor memiliki sistem tegangan yang bisa bermacam-macam. Selain itu, sistem tegangan yang ada di sana bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Charger memiliki frekuensi tegangan yang tidak berubah, sesuatu yang tentunya berkebalikan dari adaptor.
BACA JUGA  IC: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis dan Contoh-contohnya

Faktor yang Mempengaruhi Performa Adaptor

Terdapat bebeberapa faktor yang bisa mempengaruhi baik-buruknya performa sebuah adaptor, berikut ulasannya:

  1. Kualitas bahan: Kualitas bahan yang digunakan dalam pembuatan adaptor sangat mempengaruhi performanya. Bahan yang berkualitas buruk dapat menyebabkan overheat, kegagalan, dan bahkan kebakaran.
  2. Daya output: Adaptor yang memiliki daya output yang tepat sesuai dengan kebutuhan perangkat elektronik yang digunakan akan memiliki performa yang lebih baik daripada adaptor yang memiliki daya output yang kurang atau berlebihan.
  3. Efisiensi konversi: Efisiensi konversi dari AC ke DC sangat mempengaruhi performa adaptor. Adaptor yang memiliki efisiensi konversi yang tinggi akan mengeluarkan arus DC yang stabil dan konsisten.
  4. Kualitas rectifier: Rectifier adalah bagian dari adaptor yang bertanggung jawab untuk mengubah arus AC menjadi DC. Kualitas rectifier yang buruk dapat menyebabkan masalah seperti ripple voltage dan noise.
  5. Kualitas filter: Filter adalah bagian dari adaptor yang bertanggung jawab untuk menghilangkan getaran dan interferensi. Kualitas filter yang buruk dapat menyebabkan masalah seperti ripple voltage dan noise.
  6. Kualitas regulator: Regulator adalah bagian dari adaptor yang bertanggung jawab untuk menjaga tegangan output agar tetap stabil. Kualitas regulator yang buruk dapat menyebabkan masalah seperti tegangan output yang tidak stabil.

Cara Memilih Adaptor yang Aman

Bagi kamu yang kesulitan dalam memilih adaptor yang baik, silahkan simak tips berikut ini:

  1. Sesuaikan dengan perangkat: Pilihlah adaptor yang sesuai dengan perangkat yang akan digunakan, seperti daya output dan konektor yang sesuai.
  2. Periksa label: Periksalah label pada adaptor untuk memastikan bahwa adaptor memenuhi standar keamanan yang berlaku.
  3. Beli dari sumber terpercaya: Belilah adaptor dari sumber yang terpercaya dan memiliki reputasi baik, seperti toko elektronik atau produsen resmi.
  4. Baca ulasan: Baca ulasan dari pengguna lain untuk memastikan bahwa adaptor memiliki performa dan keamanan yang baik.
  5. Periksa kualitas bahan: Periksalah kualitas bahan yang digunakan dalam pembuatan adaptor, seperti kualitas kabel dan konektor.
  6. Periksa label efisiensi: Adaptor yang memiliki label efisiensi tinggi akan memiliki performa yang lebih baik dan mengurangi risiko kebakaran.
  7. Hindari adaptor murah: Hindarilah adaptor yang dijual dengan harga sangat murah karena bisa saja tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas yang baik.

Setelah mengtahui penjelasan di atas, berhenti menyamakan charger dengan adaptor. Adaptor adalah alat listrik yang membuat kamu bisa mendapatkan arus searah untuk menghidupkan alat elektronik.

Adaptor memiliki peran penting dimana tanpanya beberapa alat elektronik tidak bisa berfungsi dengan baik.